Gereja Sebagai Keluarga Allah
Dalam Kitab 1 Yohanes 4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Menunjukkan bahwa Allah itu Kasih adanya. Karena itu Allah bersifat rel;asional (suka menjalin hubungan) dan bukan individualistik. Allah sangat memperdulikan manusia dan bersedia untuk berhubungan dengan manusia ciptaan-Nya sendiri.
Allah rindu adar semua ciptaan-Nya menjadi satu keluarga. Maka semua orang yang percaya kepada Allah diangkat menjadi anak-anak-Nya sendiri, anak-anak yang dikasihi-Nya. Mereka yang percaya dipersatukan sebagai suatu keluarga, dengan Yesus kristus sebagai Anak Sulung.
Jadi berdasarkan Kitab Efesus 4:2-6) semua orang percaya memiliki satu Bapa yang sama, yaitu Allah Bapa. Dan gereja adalah keluarga besar dalam Tuhan. Bunyi ayat tersebut sebagai berikut :
4:2. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
4:4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
4:6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
Sebagai anak dalam keluarga Allah kita bersaudara satu sama lain dengan semua orang percaya. Dan karena kita adalah anak-Nya, maka kitapun berhak menerima segala janji Tuhan sebagai hak waris kita. Sesuai Kitab Roma 8:17. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Oleh sebab itu ssebagai Keluarga Kerajaan Allah, kita besti bersatu dan saling tolong menolong dalam segala hal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar